Menu

PT. Equityworld Futures

semarang

PT Equity world Futures Semarang – Dolar melemah, tetapi dari posisi terendah, setelah Fed menandakan beberapa kenaikan lagi di depan

PT Equity world Futures Semarang – Dolar datang dari posisi terendah tetapi tetap melemah secara keseluruhan pada hari Rabu setelah panduan Federal Reserve pada siklus pengetatan kurang dovish dari yang diharapkan, meskipun perkiraan kenaikan suku bunga lebih sedikit daripada yang terjadi pada bulan September.

The Fed menaikkan suku bunga, seperti yang diharapkan, sementara mengutip dampak dari volatilitas pasar yang sedang berlangsung dan potensi penurunan di seluruh dunia. Greenback sebelumnya mencapai terendah tujuh minggu terhadap yen dan sekitar satu minggu versus euro sebelum memangkas kerugian setelah keputusan Fed.

Dalam pernyataan kebijakannya, The Fed mengatakan ekonomi AS telah tumbuh pada tingkat yang kuat dan pasar kerja terus membaik. Ia mencatat bahwa "beberapa" kenaikan tingkat bertahap akan diperlukan, perubahan halus yang menyarankan itu sedang mempersiapkan untuk berhenti menaikkan biaya pinjaman.

Perkiraan ekonomi baru dirilis oleh Fed pada hari Rabu menunjukkan pembuat kebijakan mengharapkan dua kenaikan suku bunga tahun depan dan satu tahun berikutnya.

PT Equity world Futures Semarang – “Kami masih memiliki komitmen untuk 'peningkatan lebih bertahap' di masa depan yang sekarang diawali oleh 'some' yang banyak pemikiran akan dijatuhkan sama sekali,” kata Brian Coulton, kepala ekonom, di Fitch Ratings di London. "Mengingat penurunan pasar saham dan berita ekonomi internasional negatif yang diakui dalam pernyataan ini masih menunjukkan sedikit kepercayaan pada Fed dalam kemampuan ekonomi AS untuk menahan kenaikan suku bunga lebih sedikit," kata Coulton. "Penurunan peringkat ke ramalan pertumbuhan 2019 mereka cukup sederhana."

The Fed melihat pertumbuhan ekonomi AS melambat menjadi 2,3 persen pada 2019 dari 3,0 persen tahun ini, dan inflasi datang di bawah target pada 1,19 persen tahun depan. Juan Perez, pedagang mata uang senior di Tempus Consulting di Washington, mengatakan dia masih melihat dolar sebagai tangguh karena kenaikan suku bunga pada hari Rabu "memang mewakili laba yang lebih tinggi bagi investor."

"Kami memprediksi dolar akan berayun karena menutup tahun ini, tetapi akan berada pada tren menurun jika memang Fed mengakui lebih hati-hati dan pemantauan indikator tertinggal diperlukan sebelum pengetatan lebih lanjut," tambahnya.

Pada perdagangan sore sore, dolar turun 0,2 persen terhadap yen pada 112,36 yen, sementara euro naik 0,2 persen menjadi $ 1,1382.

Presiden AS Donald Trump telah mencaci-maki The Fed berulang kali atas kenaikan tarifnya, dan pada hari Selasa mengatakan dalam sebuah tweet itu "luar biasa" bagi bank sentral untuk bahkan mempertimbangkan pengetatan ketidakpastian ekonomi global yang diberikan. Mata uang "safe-haven" dan franc Swiss menguat karena penurunan tajam harga minyak Selasa memberikan pengingat yang jelas akan meredupkan prospek ekonomi global.

Baca Juga : PT Equity world Futures Semarang – RAND MELAMBUNG SEDANGKAN DOLLAR JATUH SEBELUM FED RATE DECISION

Minyak mentah AS berjangka pulih pada hari Rabu, tetapi telah mengalami downtrend sejak Oktober. Sentimen risiko telah memburuk oleh data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan dari China dan zona euro. Euro didukung oleh berita bahwa Italia telah mencapai kesepakatan dengan Komisi Eropa atas anggaran 2019 yang diperebutkan, menandakan berakhirnya perdebatan yang telah mengguncang pasar keuangan.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, 0,2 persen lebih rendah pada 96,940.

 

Diedit oleh : PT Equityworld Semarang 
-Equity World
-Equityworld Futures
-PT Equityworld

Go Back

Comment

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.